Last Child – Diary Depresiku

malam ini hujan turun lagi
bersama kenangan yang ungkit luka di hati
luka yang harusnya dapat terobati
yng ku harap tiada pernah terjadi

ku ingat saat ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki

wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

mungkin sejenak dapat aku lupakan
dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
atau menggoreskan kaca di lenganku
apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan

namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan

wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

3 Responses to “Last Child – Diary Depresiku”


  1. 1 sanjung 04/01/2011 pukul 04:45

    jempol mek


  1. 1 Tweets that mention Last Child - Diary Depresiku: -- Topsy.com Lacak balik pada 28/12/2010 pukul 20:10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: