INSOMNIA, GARA-GARA STRESS

Gangguan sulit tidur alias insomnia, ya memang sangat mengganggu. Banyak orang mengatasinya dengan obat-obatan.

Padahal upaya itu tidak dianjurkan, karena gangguan ini sebenarnya relatif mudah diatasi. Mengapa kita perlu tidur? Berapa jam idealnya orang dewasa tidur dalam semalam? Bagaimana kiat tidur yang nyaman?

Sudah sebulan Rina mengeluh susah tidur. “Paling-paling saya tidur 1 – 2 jam dalam semalam. Itu pun kerap dihantui mimpi buruk,” keluhnya. Padahal

setiap hari ia harus bangun pagi dan pergi ke tempat kerja yang jauh dari rumah.

Akibatnya, di tempat kerja ia sering mengantuk dan badan terasa lemas. Tanpa berkonsultasi ke dokter, Rina mengambil inisiatif minum obat tidur.

Tidurnya memang jadi pulas, tapi ketika bangun badan terasa semakin lemas dan lesu. Dalam sebulan berat badannya turun sampai 3 kg, dan nafsu makannya berkurang.

Seorang rekan kerjanya menduga, Rina terserang stres karena dituntut menguasai pekerjaan barunya. Sebagai karyawan baru masa percobaan tiga bulan harus ia jalankan sebaik dapat dilacak dari cara hidup seseorang secara rutin

sampai kehidupan malamnya.

Seseorang yang mengeluh sulit tidur pada fase awal

tidur malam hari, tambah Roan, dapat dikaitkan dengan gangguan cemas hebat. Bila insomnianya terjadi tengah malam – artinya waktu masuk tidurnya (pukul 21.00 – 22.00) mudah, tapi tengah malam (pukul 24.00 – 02.00) terbangun dan

tidak bisa tidur lagi – menurut Roan, gangguan insomnia itu dapat dikaitkan dengan gangguan jiwa atau saraf yang lumayan berat.

Bila terbangun di pagi buta (pukul 03.00 – 04.00), kemudian sulit tidur kembali, biasanya itu berkaitan

dengan gangguan depresi berat. Sementara itu menurut Drs. Hartono Hdw., seorang

apoteker, ada tiga jenis insomnia, yakni insomnia sementara, insomnia jangka pendek, dan insomnia kronis. Pada insomnia sementara, gangguan tidur hanya beberapa malam saja.

Insomnia jangka pendek karena stres mendadak. Yang lebih berat dan lebih sulit diobati adalah insomnia kronis. Selain faktor depresi atau psikologis, bisa juga karena pengaruh minumaone waktu, sama seperti kalau kita naik mobil di dalam kota.

Bila penyebabnya faktor psikologis dan setelah lebih dari satu minggu tidak dapat diatasi sendiri, sebaiknya segera dikonsultasikan ke psikolog atau psikiater. Kalau karena penyakit tertentu, secepatnya diperiksakan ke dokter untuk diperiksa dan diobati penyakitnya.

Mengobati sendiri dengan aneka obat penenang seperti Rina tidak dianjurkan. Sebab tindakan itu dikhawatirkan justru bisa berdampak negatif,

misalnya jadi kecanduan obat tersebut, pikiran terganggu, pikun, gangguan organ tubuh, dll. Para ahli gizi memberi saran agar penderita insomnia sehari-hari mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung tembaga (2 mg), zat besi (10 – 15

mg), serta magnesium (400 mg).

Namun penderita gangguan jantung atau ginjal

sebaiknya berkonsultasi ke dokter lebih dulu. Otak dan otot saling merangsang. Gangguan insomnia menunjukkan betapa aktivitas tidur itu penting.

Sebab, “Semua orang memang perlu tidur (di malam hari) sesuai kebutuhan,” komentar Joyse Walsleben, Ph.Dpu memberi respons normal terhadap perubahan tubuh maupun lingkungannya. Namun, setelah badan lelah usai bekerja keras

seharian, ditambah jam rutin tidur serta sesuatu yang bersifat menenangkan di sekelilingnya, seperti suara burung berkicau, angin semilir, kasur dan bantal empuk, udara nyaman, dll., kemampuan merespons tadi berkurang sehingga

menyebabkan seseorang mengantuk.

Sebenarnya tidur tidak sekadar mengistirahatkan

tubuh, tapi juga mengistirahatkan otak, khususnya serebral korteks, yakni bagian otak terpenting atau fungsi mental tertinggi, yang digunakan untuk

mengingat, memvisualkan serta membayangkan, menilai dan memberikan alasan sesuatu.

Tes yang pernah dilakukan terhadap beberapa ratus pria yang bersedia menjadi sukarelawan untuk tidak tidur selama berhari-hari menunjukkan, setelah 4 – 8 hari, memang tidak terjadi kemerosotan fisik yang berarti. Namun dalam 24 jam saja tidak tidur, gejala gangguan mental serius sudah terlihat, seperti

cepat marah, memori hilang, timbul halusinasi, ilusi, dll.

Meski perut dan usus tetap bekerja. Sementara tidur, tubuh sekali-kali bergerak. Gerakan

sebanyak 20 – 40 kali masih dianggap normal.

Terganggu insomnia berarti kerja pikiran dan otot tidak berjalan seiring. Pikiran kita akan sulit tertidur bila otot masih tegang. Sebaliknya, akan sulit bagi otot untuk tertidur jika pikiran

masih terjaga, tegang, dsb. Menurut Roan, dikatakan sehat dan normal bila begitu

naik ke atas tempat tidur dengan tatanan rapi, bantal enak dan empuk, kurang

lebih selang 30 menit sudah tertidur, bahkan ada orang begitu mencium bantal dalam 3 – 5 menit langsung tertidur.

Gerak bola mata cepat

Tidur itu ada stadiumnya, tidur dangkal dan tidur dalam,” kata Roan. Saat mulai tertidur hingga sekitar 1 – 1,5 jam kemudian, stadium tidur dangkal berubah menjadi dalam.

Saat mencapai tidur dangkal kedua kalinya, bola mata tampak bergerak cepat (rapid eye movement sleep = REM Sleep). Ini berlangsung selama 15 – 20

menit, kemudian masuk lagi ke stadium tidur yang lebih dalam. Setelah lewat 1 – 2 jam, timbul perlambat diri, menjadi 3-7 Hz.

Gelombang ini disebut gelombang theta. Selanjutnya, bila tidur sangat dalam, timbul gelombang delta, 1 – 4 Hz.

Menurut beberapa peneliti, semakin banyak gelombang kecil per detiknya, semakin

lelap dan tenang tidur seseorang. Di kalangan penggemar meditasi, gelombang delta justru dicari karena membawa ketenangan sangat tinggi. Bila terjadi sebaliknya, tidur akan kurang lelap.

Betapapun masalah yang dihadapi seseorang,

usahakan untuk mengatasinya sendiri tanpa bantuan obat. Misalnya, untuk membantu mengusir pemicu stres, ambillah selembar kertas, tuliskan masalahnya sebelum naik ke tempat tidur.

Kalau Anda membawa pekerjaan kantor ke rumah,

singkirkan pekerjaan beberapa jam sebelum jam tidur. Kalau masalah belum teratasi, tenangkan pikiran, bawalah tidur masalah Anda.

Keesokan harinya, di kala pikiran lebih terang dan tubuh lebih segar, masalah akan lebih mudah

teratasi. Percayalah!

(Nanny Selamihardja)Gangguan sulit tidur alias insomnia, ya memang sangat mengganggu. Banyak orang mengatasinya dengan obat-obatan.

Padahal upaya itu tidak dianjurkan, karena gangguan ini sebenarnya relatif mudah diatasi. Mengapa kita perlu tidur? Berapa jam idealnya orang dewasa tidur dalam semalam? Bagaimana kiat tidur yang nyaman?

Sudah sebulan Rina mengeluh susah tidur. “Paling-paling saya tidur 1 – 2 jam dalam semalam. Itu pun kerap dihantui mimpi buruk,” keluhnya. Padahal

setiap hari ia harus bangun pagi dan pergi ke tempat kerja yang jauh dari rumah.

Akibatnya, di tempat kerja ia sering mengantuk dan badan terasa lemas. Tanpa berkonsultasi ke dokter, Rina mengambil inisiatif minum obat tidur.

Tidurnya memang jadi pulas, tapi ketika bangun badan terasa semakin lemas dan lesu. Dalam sebulan berat badannya turun sampai 3 kg, dan nafsu makannya berkurang.

Seorang rekan kerjanya menduga, Rina terserang stres karena dituntut menguasai pekerjaan barunya. Sebagai karyawan baru masa percobaan tiga bulan harus ia jalankan sebaik dapat dilacak dari cara hidup seseorang secara rutin

sampai kehidupan malamnya.

Seseorang yang mengeluh sulit tidur pada fase awal

tidur malam hari, tambah Roan, dapat dikaitkan dengan gangguan cemas hebat. Bila insomnianya terjadi tengah malam – artinya waktu masuk tidurnya (pukul 21.00 – 22.00) mudah, tapi tengah malam (pukul 24.00 – 02.00) terbangun dan

tidak bisa tidur lagi – menurut Roan, gangguan insomnia itu dapat dikaitkan dengan gangguan jiwa atau saraf yang lumayan berat.

Bila terbangun di pagi buta (pukul 03.00 – 04.00), kemudian sulit tidur kembali, biasanya itu berkaitan

dengan gangguan depresi berat. Sementara itu menurut Drs. Hartono Hdw., seorang

apoteker, ada tiga jenis insomnia, yakni insomnia sementara, insomnia jangka pendek, dan insomnia kronis. Pada insomnia sementara, gangguan tidur hanya beberapa malam saja.

Insomnia jangka pendek karena stres mendadak. Yang lebih berat dan lebih sulit diobati adalah insomnia kronis. Selain faktor depresi atau psikologis, bisa juga karena pengaruh minumaone waktu, sama seperti kalau kita naik mobil di dalam kota.

Bila penyebabnya faktor psikologis dan setelah lebih dari satu minggu tidak dapat diatasi sendiri, sebaiknya segera dikonsultasikan ke psikolog atau psikiater. Kalau karena penyakit tertentu, secepatnya diperiksakan ke dokter untuk diperiksa dan diobati penyakitnya.

Mengobati sendiri dengan aneka obat penenang seperti Rina tidak dianjurkan. Sebab tindakan itu dikhawatirkan justru bisa berdampak negatif,

misalnya jadi kecanduan obat tersebut, pikiran terganggu, pikun, gangguan organ tubuh, dll. Para ahli gizi memberi saran agar penderita insomnia sehari-hari mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung tembaga (2 mg), zat besi (10 – 15

mg), serta magnesium (400 mg).

Namun penderita gangguan jantung atau ginjal

sebaiknya berkonsultasi ke dokter lebih dulu. Otak dan otot saling merangsang. Gangguan insomnia menunjukkan betapa aktivitas tidur itu penting.

Sebab, “Semua orang memang perlu tidur (di malam hari) sesuai kebutuhan,” komentar Joyse Walsleben, Ph.Dpu memberi respons normal terhadap perubahan tubuh maupun lingkungannya. Namun, setelah badan lelah usai bekerja keras

seharian, ditambah jam rutin tidur serta sesuatu yang bersifat menenangkan di sekelilingnya, seperti suara burung berkicau, angin semilir, kasur dan bantal empuk, udara nyaman, dll., kemampuan merespons tadi berkurang sehingga

menyebabkan seseorang mengantuk.

Sebenarnya tidur tidak sekadar mengistirahatkan

tubuh, tapi juga mengistirahatkan otak, khususnya serebral korteks, yakni bagian otak terpenting atau fungsi mental tertinggi, yang digunakan untuk

mengingat, memvisualkan serta membayangkan, menilai dan memberikan alasan sesuatu.

Tes yang pernah dilakukan terhadap beberapa ratus pria yang bersedia menjadi sukarelawan untuk tidak tidur selama berhari-hari menunjukkan, setelah 4 – 8 hari, memang tidak terjadi kemerosotan fisik yang berarti. Namun dalam 24 jam saja tidak tidur, gejala gangguan mental serius sudah terlihat, seperti

cepat marah, memori hilang, timbul halusinasi, ilusi, dll.

Meski perut dan usus tetap bekerja. Sementara tidur, tubuh sekali-kali bergerak. Gerakan

sebanyak 20 – 40 kali masih dianggap normal.

Terganggu insomnia berarti kerja pikiran dan otot tidak berjalan seiring. Pikiran kita akan sulit tertidur bila otot masih tegang. Sebaliknya, akan sulit bagi otot untuk tertidur jika pikiran

masih terjaga, tegang, dsb. Menurut Roan, dikatakan sehat dan normal bila begitu

naik ke atas tempat tidur dengan tatanan rapi, bantal enak dan empuk, kurang

lebih selang 30 menit sudah tertidur, bahkan ada orang begitu mencium bantal dalam 3 – 5 menit langsung tertidur.

Gerak bola mata cepat

Tidur itu ada stadiumnya, tidur dangkal dan tidur dalam,” kata Roan. Saat mulai tertidur hingga sekitar 1 – 1,5 jam kemudian, stadium tidur dangkal berubah menjadi dalam.

Saat mencapai tidur dangkal kedua kalinya, bola mata tampak bergerak cepat (rapid eye movement sleep = REM Sleep). Ini berlangsung selama 15 – 20

menit, kemudian masuk lagi ke stadium tidur yang lebih dalam. Setelah lewat 1 – 2 jam, timbul perlambat diri, menjadi 3-7 Hz.

Gelombang ini disebut gelombang theta. Selanjutnya, bila tidur sangat dalam, timbul gelombang delta, 1 – 4 Hz.

Menurut beberapa peneliti, semakin banyak gelombang kecil per detiknya, semakin

lelap dan tenang tidur seseorang. Di kalangan penggemar meditasi, gelombang delta justru dicari karena membawa ketenangan sangat tinggi. Bila terjadi sebaliknya, tidur akan kurang lelap.

Betapapun masalah yang dihadapi seseorang,

usahakan untuk mengatasinya sendiri tanpa bantuan obat. Misalnya, untuk membantu mengusir pemicu stres, ambillah selembar kertas, tuliskan masalahnya sebelum naik ke tempat tidur.

Kalau Anda membawa pekerjaan kantor ke rumah,

singkirkan pekerjaan beberapa jam sebelum jam tidur. Kalau masalah belum teratasi, tenangkan pikiran, bawalah tidur masalah Anda.

Keesokan harinya, di kala pikiran lebih terang dan tubuh lebih segar, masalah akan lebih mudah

teratasi. Percayalah!

(Nanny Selamihardja)

3 Responses to “INSOMNIA, GARA-GARA STRESS”


  1. 1 alamendah biru 12/02/2010 pukul 13:23

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    kalau pas perut lapar gak bisa tidur termasuk insomnia, gak ya?

  2. 3 Anonim 18/08/2010 pukul 09:13

    Aq pny Pegagan bisa buat obat herbal alami.. Mnenangkan pikiran.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: