Hebat nih Purwakarta hehehe tapi….
Kabupaten Purwakarta pecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) dengan mengarak 37.687 tumpeng, Sabtu (16/7). Pemecahan rekor ini sebagai bagian hari jadi Purwakarta dan melibatkan ratusan PNS, pengusaha, dan masyarakat untuk membuat nasi tumpeng secara serentak yang diarak ke jalan. Arak-arakan tumpeng dimulai di depan Kantor Kecamatan Purwakarta, Jalan Veteran menuju Gedung Nakula Sadewa di Jalan Kolonel Kornel Singawinata. Menariknya, dalam arak-arakan tersebut ada dua kereta kencana yang didatangkan langsung dari Solo. Kereta kencana ini menjadi bagian yang istimewa.
Posisinya berada diurutan paling depan dengan kawalan pasukan berkuda, lalu diikuti puluhan peserta pawai dengan membawa tumpeng.Acara pemecahan rekor Muri nasi tumpeng semakin meriah dengan kehadiran seniman dari 18 kota/kabupaten, diantaranya; DKI Jakarta, Banten,Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur,dan Bali. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, pemecahan rekor Muri ini merupakan awal kebangkitan Purwakarta. Perhelatan itu membuat Dedi memberi apresiasi tinggi terhadap masyarakat yang ikut berpartisipasi memeriahkan acara tersebut..
“Pengarakan tumpeng sebagai bagian dari rangkaian hari jadi Purwakarta. Acara ini berdampak positif pada masyarakat,”kata Dedi. Sebelumnya, rekor Muri disandang Kota Palembang dengan jumlah 10.778 tumpeng. Pemecahan rekor Muri ini sempat disambut guyuran hujan hingga membuat sebagian tamu undangan harus beranjak dari tempat duduknya untuk mencari tempat berteduh. Namun hal itu tidak mengganggu kelangsungan acara dan pemberian sertifikat oleh Manager Muri, Ngadri.
Ketua gerakan Moral Masyarakat Purwakarta Hikmat Ibnu Aril mengatakan, pemecahan rekor Muri ini tidak saja berdampak positif, tapi juga mengandung sisi negatif. Menurutnya, sisi positif yang dapat dipetik,Kabupaten Purwakarta menjadi terkenal, sedangkan dampak negatifnya tumpeng yang dibuat menjadi mubazir. Pasalnya banyak diantara peserta yang sengaja membuang penganan itu di jalan.
“Kami sempat menghitung sedikitnya ada 100 tumpeng dibuang peserta.Ini kan mubazir. Sementara banyak warga Purwakarta yang kesulitan untuk mencari makan. Jadi hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Apalagi kegiatan ini bertepatan dengan Nisfu Syaban,” ungkap Aril. (asep supiandi)**
Sayang ada kabar katanya banyak nasi kuning berserakan di jalanan weh nah loh gimana piss man



37 ribu tumpeng lebih?. Wah bisa bikin banyak perut kenyang itu.
Kalau nasi yang berserakan di jalan dimakan kucing… gimana?
@bang alam,.. iya klo dimakan klo dibuang ketong sampah piee??
@bang asop,.. lah bukan kucingnya doyan nasi liwet
waduh iya juga yah tapii.. entahlah mungkin itu semuah ada manfaatnya
Kabupaten Purwakarta pecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) dengan mengarak 37.687 tumpeng, Sabtu (16/7)
Buseeeet…